MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Saat ini, makanan rendah kalori sedang banyak diminati. Bukan hanya untuk diet, makanan rendah kalori juga bermanfaat untuk mempertahankan berat badan dan mengurangi risiko penyakit berat seperti jantung dan kanker.
Meskipun namanya rendah kalori, bukan berarti nutrisi kamu tidak tercukupi, lho. Untuk mengkonsumsi makanan rendah kalori tapi kenyang, kuncinya pilih yang tinggi protein, tinggi volume dan serat di dalamnya.
Oat
Oat memang kaya dengan protein dan serat, namun rendah kalori. Di dalam 40gr oat kering, mengandung 148 kalori dengan 5,5gr protein dan 3,8gr serat. Olahan oat tentunya sangat beragam, untuk kamu yang suka manis, bisa menambahkan topping buah seperti pisang, stroberi atau alpukat. Bila ingin diolah dengan rasa asin, kamu bisa beri topping suwiran dada ayam rebus atau abon.
Shirataki
Shirataki terbuat dari akar tanaman konjac, sejenis umbi-umbian yang tumbuh di Cina dan Jepang. Tekstur shirataki seperti jelly namun memiliki kandungan air dan serat yang banyak di dalamnya. Selain rendah kalori dan karbohidrat, shirataki juga mengandung serat glukoman yang mampu memperlambat pengosongan perut, sehingga kamu merasa kenyang lebih lama.
Cauliflower Rice
Nasi kembang kol ini berasal dari kembang kol yang dihancurkan menggunakan food chopper atau food processor sehingga menjadi bulir-bulir menyerupai beras, namun memiliki tekstur renyah. Jumlah kalori dalam nasi kembang kol hanya 10-20% dari nasi pada umumnya. Makanan ini bermanfaat untuk mengurangi risiko terkena kanker, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan imunitas dan memperlancar pencernaan.