MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Ear candle menjadi salah satu terapi yang banyak dilakukan orang untuk membersihkan kotoran telinga. Namun, ternyata ada bahaya yang bisa disebabkan dari terapi ini.
Terapi ear candle memanfaatkan kehangatan nyala api guna menghisap kotoran di dalam telinga. Praktik ini banyak disediakan di salon atau klinik kecantikan.
Mengutip Healthline, risiko gangguan pendengaran bisa akibat dari abu lilin yang masuk ke dalam telinga. Lalu bisa juga mengakibatkan kerusakan pada gendang telinga yang berlubang.
Luka bakar pada daun atau liang telinga bisa juga disebabkan oleh terapi ear candle. Yang terakhir adalah penyumbatan telinga akibat lelehan lilin sehingga butuh tindakan medis seperti operasi sebagai pertolongan.
Dalam penelitian, juga ditemukan jika terapi ear candle tidak menunjukkan adanya pengurangan kotoran telinga. Justru memperlihatkan peningkatan karena pengendapan lilin yang dipakai.
Sebuah kasus ditemukan berdasar pengalaman seorang perempuan berusia 33 tahun yang datang ke klinik karena merasakan sakit di telinga. Setelah diperiksa, ada massa kekuningan di liang telinga, yang diduga akibat prosedur terapi ear candle.
Ketika massa kekuningan dalam telinganya itu diambil, gejala sakit yang dirasakannya menghilang.
Karena maraknya masalah terapi ear candle, American Academy of Otolaryngology pada 2017 mengeluarkan pedoman praktik klinis untuk membersihkan telinga. Salah satu isinya adalah terapi ear candle tidak aman.