MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Endometriosis atau rasa nyeri yang kerap dialami perempuan ketika haid dapat mengganggu rutinitas. Rupanya, masalah ini tak cuma dialami ketika perempuan sedang haid saja.
Mengutip Times of India, endometriosis adalah kondisi ginekologi di mana lapisan rahim yang disebut endometrium bertumbuh di beberapa tempat, seperti ovarium, saluran tuba, lapisan perut, usus, kandung kemih, dan rektum juga.
Lantas apa saja yang dirasakan ketika mengalami endometriosis?
1. Nyeri dan Kram
Orang menganggap nyeri dan kram saat menstruasi adalah hal normal. Tapi, jika sudah mengganggu rutinitas adalah tanda bahaya. Rasa sakit yang menyiksa saat menstruasi atau pendarahan dan pembekuan yang berlebih dapat mengindikasikan endometriosis.
2. Nyeri di Panggul
Nyeri panggul adalah gejala utama endometriosis, dan sering dikaitkan dengan periode menstruasi. Kondisi kronis ini mengakibatkan jaringan di sekitar meradang dan menimbulkan bekas luka dan lengket. Jaringan yang melapisi panggul dan organ di sekitarnya menempel hingga menimbulkan rasa sakit.
3. Dispareunia
Dispareunia adalah rasa sakit yang muncul ketika melakukan hubungan seksual. Meski lebih sering disebabkan adanya infeksi, kurangnya pelumasan, vaginismus, dan lainnya, tapi kadang ini juga tanda dari endometriosis.
4. Rasa Sakit di Usus
Ketika merasakan sakit saat buang air kecil, perlu dicari tahu apa alasannya. Karena bisa jadi jaringan parut dan perlengketan menyebar ke area dinding perut dan kandung kemih.
5. Kesuburan Terganggu
Endometriosis bisa jadi penyebab masalah infertilitas bagi perempuan. Jaringan parut yang memengaruhi tuba falopi menyebabkan penyumbatan. Itu menjadi masalah bagi sperma untuk mencapai sel telur, sehingga mengecilkan kemungkinan hamil.