Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG di Tabanan Dorong Ekonomi Komunitas dan Konektivitas Rantai Pangan Lokal

Tabanan, Bali (27/11) - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Delod Peken, Tabanan, menghadirkan perspektif baru terkait peran program ini dalam menggerakkan ekonomi lokal. Selain fokus pada kecukupan gizi anak dan keluarga, para narasumber menegaskan bahwa MBG juga membuka peluang bagi petani, nelayan, peternak, UMKM pangan, hingga BUMDES.

Mochammad Halim, perwakilan BGN, menjelaskan bahwa desain program sengaja disusun untuk memberdayakan komunitas. Ia mengatakan bahwa dapur SPPG yang menjadi tulang punggung penyediaan makanan akan melibatkan tenaga lokal, sementara bahan pangan diprioritaskan berasal dari rantai suplai di sekitar wilayah.

Kami ingin manfaatnya berputar di desa dan kecamatan. Ketika petani lokal memasok bahan, dapur merekrut tenaga setempat, dan BUMDes mengelola distribusi, maka program gizi ini sekaligus menjadi program ekonomi rakyat,” tutur Halim saat sosialisasikan program MBG di Desa Delod Peken, Rabu (26/11).

Dari sisi pemerintah pusat, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyampaikan bahwa DPR RI mendukung langkah BGN yang menggabungkan pemberdayaan ekonomi dengan pemenuhan gizi. Ia menilai bahwa pendekatan ini membuat masyarakat menjadi bagian dari program, bukan sekadar penerima.

“Ketika sebuah program memberi ruang bagi masyarakat untuk berperan, keberlanjutannya lebih terjaga. MBG harus menjadi gerakan kolektif yang menghidupi masyarakat, bukan beban,” tegasnya.

Sementara I Gusti Komang Wastana menyoroti pentingnya koordinasi antarpemangku kepentingan di daerah. Menurutnya, pasar lokal memiliki potensi besar bila dihubungkan dengan kebutuhan dapur SPPG. Ia juga mendorong pemerintah desa menyiapkan mekanisme kemitraan yang sehat antara pemasok dan pengelola.

“Kalau hubungan antara produsen lokal, dapur, dan pemerintah desa berjalan transparan, maka yang tumbuh bukan hanya ekonomi, tapi juga kepercayaan,” ujarnya.

Sosialisasi di Tabanan menunjukkan bahwa Program MBG memiliki dampak berlapis: memperkuat ketahanan gizi sekaligus memutar roda ekonomi lokal. Dengan pelibatan masyarakat, program ini diposisikan sebagai sarana pemberdayaan yang mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa-desa di Indonesia.

Artikel Terkait