Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG Dorong Ekonomi Lokal dan Perkuat Peran Masyarakat dalam Pemenuhan Gizi

Tabanan, Bali (27/11) - Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kukuh, Kecamatan Krambitan, Tabanan, tidak hanya menyoroti pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menampilkan bagaimana program ini berpotensi mendorong ekonomi lokal dan partisipasi komunitas. Hadirnya legislator pusat dan daerah, bersama perwakilan BGN, menunjukkan komitmen lintas sektor untuk memaksimalkan dampak program tersebut.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis seperti yang baru saja dilakukan di Desa Kukuh Rabu (26/11). Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Perwakilan BGN, Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa MBG dirancang tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga sebagai strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Ia menekankan bahwa bahan pangan lebih diutamakan berasal dari sumber lokal, sehingga petani, nelayan, peternak, hingga koperasi desa bisa merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

“Program MBG tidak hanya soal makanan bergizi. Ini juga soal menggerakkan ekonomi daerah. Dengan memanfaatkan pasokan pangan lokal, kita memastikan kesejahteraan masyarakat meningkat secara merata,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, program ini menghadirkan dampak berlapis, dari peningkatan gizi hingga sirkulasi ekonomi lokal.

Di sisi lain, I Wayan Lara, Anggota DPRD Tabanan, menyoroti pentingnya memastikan implementasi program berjalan selaras dengan kebutuhan warga di tingkat desa. Ia mengingatkan bahwa baik aspek teknis maupun alur pengaduan harus tertata agar tidak terjadi salah komunikasi yang dapat menghambat jalannya program.

“Kita perlu memastikan mekanisme yang jelas baik alur pelaporan, pengaduan, maupun pengawasan. Dengan demikian, masyarakat merasa dilibatkan dan pemerintah dapat memastikan pelayanan berjalan maksimal,” tegasnya.

Sosialisasi ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya kebijakan pemenuhan gizi, tetapi juga sebuah ekosistem pembangunan daerah. Dengan melibatkan warga, pelaku pangan lokal, dan pemerintah, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka peluang kerja, dan menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Tabanan.

Artikel Terkait