Kartini Media

Ciri-ciri dan Penyebab Princess Syndrome

Princess syndrome sedang banyak dibicarakan di media sosial. Lantas apakah maksud dari istilah tersebut? Apa sebab dan ciri-cirinya?

Mengutip Psychology Today, princess syndrome lebih sering tidak dianggap serius ketika dialami anak perempuan. Tapi, akan jadi masalah saat memasuki usia dewasa.

Psikolog anak asal Amerika Serikat, Jennifer L. Hartstein mengatakan, princess syndrome kerap kali dipengaruhi oleh narasi media dan juga orang tua tentang anak perempuan.

"Di mana-mana disampaikan kepada para gadis bahwa menjadi seorang putri adalah cara terbaik, dan satu-satunya," kata Jennifer.


Yang lebih mengkhawatirkan, kadang orangtua mengasuh tanpa sadar melekatkan princess syndrome terhadap anak. Karena itulah disarankan agar anak dibiarkan menyadari tidak ada yang lebih baik atau kurang dari orang lain.

Terkait dengan ciri-ciri princess syndrome, ada beberapa faktor yang bisa dikenali sejak dini. Yang perlu diperhatikan pertama adalah kebiasaan tantrum.

Menunda hal yang harusnya dikerjakan juga bisa menjadi ciri-ciri dari sindrom ini. Anak juga lebih sering cemberut, dan mencari-cari kesalahan orang lain.

Princess syndrome juga memiliki ciri-ciri sering kali menipu dan melakukan manipulasi orang lain untuk pekerjaan mereka. Menindas orang lain secara verbal, dan menunjukkan kebutuhan tak henti-henti untuk barang atau pujian terkait penampilan, pakaian, dan fisiknya.

Jennifer mengatakan, orangtua bisa mencegah anaknya agar tidak terjebak dalam princess syndrome. Anjurannya adalah mengajari anak untuk mengatasi tekanan, mengembangkan harga diri yang positif, dan kemandirian.

Artikel Terkait