Kartini Media

Gaji Rendah Bisa Jadi Pemicu Kematian Dini

Gaji rendah bisa turut memicu kematian dini para pekerja. Ini adalah kesimpulan dari sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of the American Medical Association (JAMA) pada Februari 2023.

Biaya hidup yang semakin tinggi menuntut orang untuk bekerja semaksimal mungkin agar menghasilkan uang. Tapi, banyak juga ditemukan, para pekerja mendapat bayaran yang rendah. Sehingga penghasilannya tak cukup menutup kebutuhan hidup.

Penelitian yang dilakukan menyasar pekerja yang sudah paruh baya dengan gaji rendah tapi tekanan pekerjaan tidak stabil dan memiliki risiko kematian cukup tinggi. Total ada 4.002 orang yang disurvei dengan usia 50 tahun ke atas.

Para pekerja itu mendapatkan upah per jam pada tiga titik waktu atau lebih selama 12 tahun bekerja. Ditemukanlah mereka yang tidak pernah mendapatkan gaji rendah mengalami 199 kematian per 10.000 orang dalam setahun.


Fakta sebaliknya terjadi bagi mereka yang mendapatkan gaji rendah. Tingkat kematian mencapai 208 orang per 10.000 orang per tahunnya. Angka itu meningkat hingga 275 orang per 10.000 orang per tahunnya bagi mereka yang mendapatkan upah rendah berkelanjutan.

Para pekerja dengan gaji rendah secara berkelanjutan berisiko mengalami masalah ini. Kondisinya tidak seimbang antara pekerjaan dan paparan bahaya di tempat kerja, stres, hingga risiko kesehatan yang memberi pengaruh terhadap angka kematian.

"Jika hubungan itu kasual, temuan kami menunjukkan, kebijakan sosial dan ekonomi yang memperbaiki situasi keuangan pekerja dengan upah rendah bisa meningkatkan hasil dan mengurangi angka kematian," demikian keterangan dalam penelitian, dikutip dari Express.co.uk.

Artikel Terkait