MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Melajang adalah pilihan. Tidak semua mereka yang memilih untuk sendiri karena kesulitan mencari pasangan hidup. Bisa jadi alasannya lebih kepada mendapatkan manfaat.
Mengutip Insider, ada penelitian terbaru mengenai orang yang memilih untuk hidup melajang. Mereka justru mendapat manfaat fisik dan mental.
"Banyak orang secara tidak sengaja akhirnya mendefinisikan diri mereka sendiri dan harga diri melalui hubungan romantis," kata Anna Jackson, psikoterapis asal Amerika Serikat.
Para lajang akan lebih leluasa mengambil keputusan sendiri. Mereka juga akan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menyeimbangkan tanggung jawab.
"Ada manfaat kesehatan mental dari perasaan bebas untuk mengarahkan hidup. Itu memberdayakan. Dalam banyak hal, cara hidup yang jauh lebih mudah daripada mereka yang tidak lajang," tutuer Bonnie Scott, terapis di wilayah Texas.
Ketika hidup melajang, orang akan lebih fokus pada apa yang benar-benar diinginkan, tanpa adanya pengaruh dari luar, misalnya pasangan.
Dari penelitian jurnal Contexts, mereka yang melajang lebih memerhatikan teman dan keluarganya dibanding orang yang sudah menikah. Karena biasanya mereka yang dalam hubungan akan menginvestasikan seluruh waktu dan energi untuk pasangan.
Dalam urusan finansial, para lajang juga lebih baik. Karena mereka tidak perlu memikirkan waktu luang, dan itu bisa dimanfaatkan untuk bekerja sampingan.
Para lajang juga lebih fleksibel sehingga bisa memanfaatkan peluang sewaktu-waktu. Ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan karier.
Melajang juga bisa mengurangi potensi stres. Biasanya menjalin hubungan ada naik turun hubungan, dan itu berdampak kepada tingkat stres yang tinggi.