MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Kelelahan karena begadang bisa membuat nafsu makan meningkat. Itu akibat dari kurangnya jam tidur yang menyebabkan sensitivitas terhadap rasa lapar dan kenyang menurun.
Spesialis penyakit dalam, dr. Virly Nanda Muzellina, Sp.PD-KGEH menjelaskan terkait hal ini. Kurangnya jam tidur memberi dampak pada produksi hormon tertentu dalam tubuh sehingga sulit mengendalikan nafsu makan.
"Kurang tidur bisa memunculkan nafsu makan berlebih. Ini dapat mengganggu hormon yang mengendalikan nafsu makan," kata Virly.
Ketika rasa lelah akibat begadang muncul, energi menurun drastis. Fungsi organ tidak berjalan secara maksimal, termasuk sistem saraf pusat.
Menurut Virly, area tersebut yang bekerja dengan mengatur hormon pengendali nafsu makan supaya tetap terjaga. "Kelelahan karena kurang tidur berdampak tidak bisa mengatur dengan benar."
Menurut Virly, antara nafsu makan dan rasa lapar memiliki pemahaman yang berbeda. Lapar berarti tubuh memberi sinyal akan kekurangan energi, sehingga butuh asupan.
"Nafsu makan itu bisa dikontrol. Nafsu makan belum tentu lapar. Nafsu bisa muncul jika melihat makanan yang kita suka," tutur Virly.
Ketika nafsu makan berlebihan, yang menjadi akibatnya adalah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Ketika berat badan berlebih, risikonya adalah penyakit lain, seperti kanker.