MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Anak-anak merupakan peniru orangtuanya. Mereka mudah terpengaruh dengan apa yang dilihat dan didengar dari lingkungannya. Karena itu, sebaiknya sebagai orangtua tidak mengatakan ucapan yang bisa memengaruhi perkembangan mental anak.
Meskipun beberapa kalimat biasa diucapkan dan terdengar tidak berbahaya, nyatanya kalimat tersebut bisa menyebabkan anak tumbuh dengan kondisi mental kurang baik.
Meskipun masih kecil dan belum memahami banyak hal, anak memiliki perasaan dan ingatan yang terbentuk atau berbekas hingga dewasa.
Karena itu, berikut 10 kalimat sebaiknya tidak diucapkan orangtua kepada anak, dilansir dari Parents.
"Sini ayah atau ibu bantu."
Kala anak alami masalah mendirikan menara balok atau menyelesaikan teka-teki, wajar ingin membantu mereka.
"Namun, jika terlalu cepat ikut campur, bisa mengurangi sikap mandiri anak," kata profesor emeritus psikologi di Universitas Drexel di Philadelphia dan penulis Raising a Thinking Child, Myrna Shure.
Sebagai gantinya, ajukan pertanyaan bersifat membimbing membantu memecahkan masalah, seperti "Menurutmu, potongan besar atau kecil seharusnya diletakkan di bagian bawah? Kenapa menurutmu begitu? Ayo kita coba."
"Kerja bagus!"
Setiap kali anak menguasai suatu keterampilan membuat mereka akan bergantung pada pujian orangtua dan orang lain daripada motivasi diri sendiri.
Penasihat orangtua sekaligus penulis buku The A to Z Guide to Raising Happy Confident Kids, Jenn Berman, mengatakan orangtua disarankan memberi pujian saat benar-benar pantas.
"Berlatih adalah kunci kesempurnaan."
Serupa dengan orang dewasa, kemampuan anak semakin tajam jika sering berlatih.
Namun, ungkapan mendorong anak terus berlatih bisa meningkatkan tekanan menang atau unggul.
“Kalimat ini mengisyaratkan bahwa jika Anda membuat kesalahan, berarti Anda tidak berlatih dengan cukup keras," kata penulis 101 Ways to Be a Terrific Sports Parent, Joel Fish.
Sebagai gantinya, doronglah anak bekerja keras karena dia akan meningkat dan merasa bangga dengan kemajuannya.
"Cepat!"
Menurut asisten penulis Baby Minds, Linda Acredolo, mendorong anak bergerak cepat ketika mereka sedang berusaha melakukan sesuatu hanya akan menambah stres.
Namun, bila dalam kondisi terburu-buru, lembutkan nada suara dan katakan, "Ayo, segera selesaikan," sebagai gantinya.
"Kalimat ini memberikan tanda bahwa Anda berada dalam tim yang sama dengan anak," ujar Acredolo.
"Ayah atau ibu tidak mampu membelinya."
Ketika anak meminta mainan terbaru yang mahal, jangan katakan bahwa Anda tidak memiliki uang. Sebab, kalimat "Tidak memiliki uang," memberikan pesan bahwa Anda tidak mampu mengendalikan keuangan Anda.
Penulis Kids and Money, Jayne Pearl, menyarankan orangtua untuk katakan "Kita tidak akan membelinya karena kita sedang menyimpan uang untuk hal-hal yang lebih penting," saat anak meminta barang mahal.
Jika anak tetap bersikeras untuk membeli atau membahas mainan yang diinginkan, orangtua dapat memanfaatkan momen tersebut untuk memulai percakapan tentang bagaimana mengatur anggaran dan mengelola uang.
"Jangan berbicara dengan orang asing."
Direktur eksekutif National Center for Missing & Exploited Children, Nancy McBride, kalimat "Jangan berbicara dengan orang asing," adalah konsep sulit dipahami anak-anak masih kecil.
Jika ada seseorang tidak dikenal, anak-anak mungkin akan menganggap mereka sebagai orang asing yang jahat.
Selain itu, anak-anak juga bisa salah mengartikan aturan dan menolak bantuan dari petugas polisi atau pemadam kebakaran tidak mereka kenal.
Maka dari itu, alih-alih memperingatkan mereka tentang orang asing, ajukan skenario, seperti "Kalau ada orang enggak dikenal menawarkan permen dan ajakan pulang, kamu harus bagaimana?" dan minta mereka menjelaskan apa yang akan mereka lakukan.
Setelah Anda mengetahui bagaimana mereka akan menghadapi situasi tersebut, Anda dapat membimbing mereka untuk mengambil tindakan yang tepat.
"Hati-hati!"
Penulis Baby Knows Best, Deborah Carlisle Solomon, mengatakan mengucapkan "Hati-hati," ketika anak sedang bermain membuat mereka lebih mungkin jatuh.
"Kata-kata Anda mengalihkan perhatian mereka dari apa yang sedang mereka lakukan," kata Solomon.
Jika Anda merasa cemas, mendekatlah menjaga anak jika terjatuh. Lalu, tetap diam dan tenang sebisa mungkin sambil mengawasi mereka.
"Tidak boleh jajan kalau makanannya tidak habis."
Menurut direktur New Balance Foundation Obesity Prevention Center di Boston Children's Hospital dan penulis Ending the Food Fight, David Ludwig, mengucapkan kalimat "Tidak ada camilan kecuali makan malammu habis," dapat meningkatkan nilai anak terhadap makanan penutup atau camilan dan mengurangi kepuasannya terhadap makanan utama.
Maka dari itu, ubahlah kalimat Anda menjadi "Pertama, kita makan makanan utama. Kemudian, kita bisa makan makanan penutup," Perubahan dalam penggunaan kata-kata, meskipun halus, memiliki dampak yang lebih positif pada anak Anda.
"Kamu baik-baik saja."
Saat anak terluka dan menangis karena terjatuh, muncul perasaan ingin meyakinkan bahwa mereka tidak terluka parah.
Namun, mengatakan kepada anak bahwa mereka baik-baik saja mungkin justru membuat anak merasa lebih buruk.
"Anak Anda menangis karena mereka tidak baik-baik saja," kata Berman.
Menurut Berman, tugas orangtua adalah membantu anak memahami dan menghadapi emosi mereka, bukan mengabaikannya.
"Cobalah memberikan pelukan kepada anak dan mengakui apa yang mereka rasakan dengan menanyakan apakah mereka ingin diobati, mendapatkan ciuman, atau keduanya," papar berman.
"Ayah atau ibu sedang diet."
Menurut profesor pediatri dan epidemiologi di Nassau University Medical Center, di East Meadow, New York, Marc S. Jacobson, jika Anda sedang diet, cukup simpan untuk diri sendiri dan jangan tunjukkan di depan anak.
Apabila anak melihat Anda menimbang berat badan setiap hari dan mendengar hal-hal tentang kegemukan, mereka mungkin akan mengembangkan citra tubuh yang tidak sehat.(*)