MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Jalinan kisah asmara dibumbui rasa cinta kala menyandang status pacaran. Tapi, pada kehidupan berumah tangga, masalah mulai bermunculan. Berbagai persoalan mulai dari ekonomi, kehidupan pribadi, orang ketiga atau keluarga terdekat.
Psikolog, Irma Gustiana Andriani, M.Psi mengingatkan penting bagi pasangan suami istri untuk membangun pernikahan yang sehat meski konflik rumah tangga tidak selamanya buruk.
“Konflik rumah tangga itu sebenarnya tidak selalu jelek, kok. Bahkan bisa menjadi salah satu tanda pernikahan yang sehat,” jelas Irma seperti dikutip dari theasianparent.
Irma beralasan bahwa pada dasarnya setiap manusia tidak bisa lepas dari yang namanya konflik, terlebih konflik dalam pernikahan karena pasangan suami istri merupakan individu yang berbeda dengan cara pandang yang berbeda pula.
Di sisi lain, tak sedikit pasangan suami istri tanpa sadar membiarkan konflik rumah tangga terus menerus terjadi. Akibatnya, persoalan rumah tangga akan semakin menumpuk dan melebar.
Konseling pernikahan menjadi pilihan untuk menyelesaikan masalah yang semakin parah. Seiring berkembang waktu, kini mengunjungi psikolog tidak lagi dianggap tabu dan memalukan.
Berikut situasi yang mengharuskan Anda melakukan konseling pernikahan untuk menyelamatkan pernikahan dikutip dari bridestory:
Tidak Lagi Berkomunikasi
Menurut psikolog Enlightmind, Rini Hapsari Sentosa mengemukakan bahwa komunikasi yang tidak sehat ditandai dengan sikap tidak merespons, memberhentikan pembicaraan, pergi dari rumah, dan mengisolasi diri. Jika salah satu dari hal ini sering terjadi, sebaiknya Anda mencari bantuan dari pihak ketiga, yaitu psikolog pernikahan.
Hubungan Seksual Jarang atau Tidak Ada
"Perasaan bosan bisa menyebabkan meredupnya hubungan intim," ujar Rini kembali.
Sayangnya, tidak jarang pasangan menghindari pembicaraan soal ini walaupun mereka menyadari masalah tersebut bisa mengancam hubungan pernikahan.
Ketidaksetiaan atau Perselingkuhan
Hadirnya orang ketiga di dalam rumah tangga merupakan salah satu sinyal merah dalam pernikahan. Walaupun perilaku tersebut baru sebatas kata-kata menggoda, namun hal tersebut bisa berujung lebih buruk, yaitu hubungan seks terlarang.
Setiap Pembicaraan Berujung Perdebatan
Semakin sulit berbicara baik-baik kepada pasangan, bahkan setiap kata yang keluar selalu berujung perdebatan. Jika obrolan suami-istri berangsur-angsur menjadi sebuah tantangan, bahkan berkesan negatif dan satu arah, mulailah mempertimbangkan datangi psikolog pernikahan.
Keinginan memiliki Pasangan Lain yang Lebih Baik
Psikolog Kasandra A. Putranto mengakui jika permasalahan dalam pernikahan yang telah berjalan lama, kerap muncul pemikiran "pasangan saya telah berubah" atau "dia bukanlah lagi seperti orang yang kukenal dulu."
Hal seperti ini bisa membuat sang suami atau istri berimajinasi soal pasangan lain yang lebih baik. Jika Anda sendiri yang memendam perasaan ini, hal ini menjadi pertanda jika pernikahan Anda butuh bantuan profesional.(*)