MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Mahligai rumah tangga yang dibina pasangan selebritis, Deddy Mahendra Desta dan Natasha Rizky berada di ujung tanduk perpisahan. Desta akhirnya mengajukan gugatan cerai kepada perempuan yang dinikahinya 10 tahun lalu yang memberinya tiga anak.
Penyebab perceraian pasangan ini diduga lantaran perbedaan visi dan misi dalam rumah tangga, sehingga sudah tidak sejalan lagi.
“Ketidakadaan visi dan misi yang sejalan, ya sudah akhirnya suami yang mengajukan perceraian ini,” ungkap pengacara Desta, Hendra dikutip dari VIVA.
Dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, di masa lalu, Desta dan Natasha pernah curhat kepada Quraish Shihab. Pasangan ini mengungkapkan perbedaan dan persoalan rumah tangga mereka. Ayah Najwa Shihab pun memberi nasihat tentang pernikahan.
“Kehidupan rumah tangga itu harus diperjuangkan, tidak ada orang yang langsung klop, harus diperjuangkan, pasti ada perbedaan, cari titik temu,”saran Quraish Shihab.
Perbedaan Visi dan Misi dalam Rumah Tangga
Mungkin kata-kata ‘Perbedaan Visi dan Misi’ sudah tidak asing dalam kehidupan sehari-hari. Ini yang disebut-sebut sebagai biang kerok pernikahan berujung perceraian.
Mengutip buku Manajemen Strategik susunan Ervina Maulida, dkk, visi adalah sesuatu yang ingin diwujudkan diikuti oleh misi yaitu langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan impian bersama.
Visi misi pernikahan dibuat sebagai pegangan dalam rumah tangga sehingga ketika masalah datang bertubi-tubi agar bisa mempertahankan pernikahan.
Psikolog pernikahan dan keluarga, Staci Lee Schnell, MS, CS, LMFT menyebutkan bahwa perbedaan pendapat itu wajar dan pasti dialami setiap pasangan dalam pernikahan, namun masing-masing harus menghormati perbedaan pendapat yang ada.
Jika salah satunya tidak mampu mengontrol saat mengekspresikan emosinya, maka secara emosional permasalahan bisa muncul. Satu hal yang pasti bahwa pasangan harus sama-sama memiliki kontrol atas diri sendiri agar perdebatan yang terjadi masih dalam batas wajar.(*)