Kartini Media
Ilustrasi orangtua lakukan sharenting. Foto: Freepik

Bahaya Sharenting! Kebiasaan Orangtua Suka Posting Anak di Media Sosial

Belakangan ini, istilah sharenting ramai dibicarakan. Aktivitas sharenting menimbulkan pro kontra, terutama orangtua dinilai terlalu mengekspos anak dan keluarganya di dunia maya.

Sharenting sebenarnya tidak selalu berdampak negatif apabila dilakukan dengan tepat. Sebab, para orangtua juga bisa berbagi informasi dan ilmu soal pengasuhan anak melalui sharenting.

Selain itu, bagi sebagian orangtua, media sosial bisa menjadi album digital tempat menyimpan dan membagikan foto serta video pertumbuhan anak-anak mereka.

Meski memiliki niat baik, namun nyatanya hal itu bisa sangat berbahaya bagi keamanan anak.

Dijelaskan oleh social media specialist, Yulia Dian, dunia mengenal istilah sharenting. Sharenting sendiri berasal dari dua suku kata yaitu share berarti membagikan, dan parenting berarti orangtua.

Kata Yulia, dalam praktiknya, sharenting kerap dibarengi dengan pemahaman literasi digital yang rendah hingga dapat berujung pada praktik eksploitasi anak.

"Sharenting yang buruk itu ketika orangtua melakukan share secara berlebihan. Apalagi praktik sharenting tidak dibarengi dengan pemahaman literasi digital yang dapat berujung pada eksploitasi anak," kata Yulia Dian, dikutip suara.com.

Yulia mengatakan, ada beberapa alasan mengapa orangtua melakukan sharenting, salah satunya adalah perasaan membutuhkan validasi.

Namun, memang hal ini bisa jadi berbahaya jika dilakukan berlebihan.

“Apabila dilakukan berlebihan, dikhawatirkan data pribadi anak dan keluarga akan jatuh pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuka celah terjadi kejahatan,” ujar psikolog anak dari Rumah Dandelion, Binky Paramitha Iskandar, M.Psi., dikutip dari pada kumparanMOM.

Oleh karenanya, sangat penting bagi ibu dan ayah agar bijak memilah konten di posting atau tidak ke media sosial. Sebelum melakukan sharenting, perhatikan bahaya dan dampak anak.

Dihimpun dari berbagai sumber, sebelum sharenting sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Data Pribadi

Disarankan tidak membagikan data pribadi anak atau keluarga misal alamat sekolah, alamat rumah, nomor telepon, nomor identitas, dan informasi privat lainnya.

Izin Anak

Anak-anak punya hak menerima dan menolak perlakuan orang lain, bahkan jika itu orangtuanya sendiri. Jadi, biasakan untuk meminta izin dulu pada si kecil sebelum mengambil atau mengunggah foto dan video anak ke dunia maya. 

Isi Konten

Pastikan foto dan video hanya konten yang sopan dan tidak berisiko membuat anak merasa malu di masa depan.(*)

Artikel Terkait