Kartini Media
Ilustrasi anak belajar bilingual. Foto: Freepik

Benarkah Anak Bilingual Memiliki Sosial Kognitif Lebih Baik, Cek Faktanya

Seiring perkembangan teknologi, persebaran informasi semakin luas sehingga pengetahuan dari berbagai negara bisa dengan mudah ditemukan. Menyongsong fenomena ini, keahlian seseorang mampu berkomunikasi lebih dari satu bahasa menjadi skill yang dibutuhkan. 

Bagi orang dewasa, menguasai dua bahasa diperlukan untuk memperbaiki jenjang karier dan memperbanyak relasi. Namun, pada anak-anak, kemampuan menguasai dua bahasa atau bilingual ternyata memengaruhi kemampuan dasar kognitif dan membentuk kepribadian mereka menjadi lebih baik.

Dikutip dari situs Michigan State University, paparan bilingual diakui memang memberikan manfaat yang lebih dibandingkan kemampuan satu bahasa saja.

Anak bilingual mungkin memiliki kemampuan superior untuk fokus pada satu hal dan mengubah responsnya, dengan mudah menunjukkan "kognitif fleksibilitas”.

Ilustrasi mendampingi anak agar kemampuan bilingualnya dapat terus diasah. Foto: Freepik

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa manfaat menjadi anak bilingual menurut penelitian.

Membangun Konsentrasi Anak

Otak seseorang bekerja cukup kompleks dalam proses menerjemahkan dua bahasa. Jika seorang anak terbiasa menggunakan dua bahasa di kehidupan sehari-hari, otak mereka telah terbiasa bekerja cepat untuk mengolah informasi yang rumit saat menerjemahkan kosa kata. Hal ini otomatis membuat seorang anak bilingual memiliki fokus yang sangat baik.

Dikutip dari Jurnal Cerebrum, anak bilingual cenderung memiliki konsentrasi tinggi. Kemampuan konsentrasi baik membuat mereka bisa melakukan berbagai tugas secara bergantian dengan cepat dan tepat, serta kemampuan mereka beralih bahasa menjadikan daya ingat lebih kuat.

Lebih Percaya Diri

Ketika memiliki suatu kelebihan yang jarang dimiliki orang lain, tak pelak akan muncul kebanggaan tersendiri. Kebanggaan ini kemudian otomatis menumbuhkan rasa lebih percaya diri. Hal ini ternyata juga terjadi pada seorang anak bilingual.

Dikutip dari laman jurnal Learn Landscape, seorang anak bilingual lebih aktif dan percaya diri dibanding kawan sebayanya yang hanya berbicara dalam satu bahasa. Anak bilingual cenderung lebih berani mengemukakan pendapatnya, lebih vokal dalam berbicara, serta memiliki pandangan yang lebih kritis.

Rasa percaya diri ini tidak berhenti pada level pemikiran, tapi juga pada kategori bersosialisasi. Karena mereka vokal, mereka mampu mengartikulasikan pemikirannya dengan lebih baik dan berani menjalin relasi dengan orang-orang baru, terutama dengan mereka yang berlatar belakang budaya berbeda.

Lebih Berwawasan Luas

Kemampuan kognitif anak bilingual telah diteliti berkali-kali oleh para ahli. Alhasil, peneliti menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara usia dengan hasil belajar anak bilingual.

Menurut laman Billingual Research Journal, anak bilingual memiliki kemampuan reseptif yang tinggi sehingga seringkali lebih cerdas dari anak yang hanya menguasai satu bahasa saja. Hal ini karena terbiasa beralih bahasa membuat anak memfungsikan otak secara maksimal.

Meski secara alami anak bilingual lebih mudah berkembang dibanding lainnya, namun hasil maksimal hanya dapat terlihat apabila kemampuan anak terus diasah dan didampingi dengan baik.

Konsistensi dan dukungan penuh dari keluarga akan menjaga anak untuk tetap termotivasi mengembangkan minatnya terhadap bahasa asing.(*)

Artikel Terkait