MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Sekitar sebulan yang lalu, bos Twitter Elon Musk melayangkan gugatan terhadap Microsoft karena pelatihan 'ilegal' menggunakan data Twitter.
Insiden itu terjadi setelah Microsoft menolak untuk membayar API Twitter, yang yang tadinya gratis menjadi berbayar.
Pengacara Elon Musk mengirimkan somasi kepada CEO Microsoft, Satya Nadella menuduh perusahaan tersebut melanggar perjanjian pengembang Twitter seperti dikutip dari IndiaToday.
Pengacara Elon Musk mengirim surat ke Satya Nadella
Sebuah laporan The Verge menyatakan bahwa pengacara Musk, Alex Spiro mengirimkan surat kepada Satya Nadella atas nama Twitter.
Tidak hanya itu, Spiro lebih lanjut menambahkan bahwa Microsoft mungkin telah melanggar beberapa ketentuan dari perjanjian pengembang Twitter untuk jangka waktu yang lama.
Selain itu, Microsoft diduga gagal memberi tahu Twitter tentang penggunaan enam dari delapan Aplikasi Microsoft yang terus beroperasi hingga bulan sebelumnya.
Surat tersebut berpendapat bahwa perjanjian tersebut memerlukan kerja sama penuh dari Microsoft, mendorong permintaan untuk "audit kepatuhan" yang komprehensif dari semua delapan aplikasi hingga penutupannya pada April 2023.
Surat tersebut selanjutnya meminta informasi ekstensif dari Microsoft mengenai penggunaan data Twitter oleh setiap aplikasi, dengan tenggat waktu yang ditetapkan pada 7 Juni untuk memberikan rincian yang diminta.
Ketika Microsoft tolak bayar biaya API Twitter
Setelah harga Twitter API diumumkan, Microsoft memutuskan menghapus Twitter dari alat manajemen media sosialnya karena menolak membayar API Twitter.
Musk bereaksi terhadap berita tersebut, mengatakan pada saat itu bahwa mereka [Microsoft] telah secara ilegal menggunakan data Twitter, yang menyerukan gugatan.
Microsoft, melalui halaman dukungan pengguna, telah mengumumkan bahwa mulai 25 April, pelanggan Microsoft tidak lagi dapat mengakses Twitter dari alat manajemen media sosial. Namun, platform lain seperti Instagram dan Facebook akan tetap tersedia.(*)