MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Perasaan kecewa kerap muncul ketika apa yang direncanakan tidak sesuai dengan kenyataan termasuk pesta pernikahan.
Mewujudkan resepsi pernikahan sesuai keinginan tidaklah mudah. Butuh persiapan matang dari berbagai hal mulai dari biaya, gedung, hingga katering.
Pesta pernikahan digelar sebaik mungkin lantaran momen spesial, dan berharap dilakukan sekali seumur hidup.
Berbagai persiapan dilakukan, namun terkadang pelaksanaannya berantakan dan tidak sesuai ekspektasi.
Ekspektasi dan realita pesta pernikahan berjalan tidak beriringan. Kesalahan bisa berasal dari mana saja, dari vendor atau pihak pengantin.
Sedih, menyesal, dan kecewa merupakan perasaan dirasakan pengantin. Tetapi, tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah terjadi.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut langkah yang mungkin bisa ditempuh menghadapi kekecewaan:
Beri waktu diri sendiri
Berbagai cara bisa dilakukan guna melewati rasa kecewa dan sedih seperti menyendiri sejenak, menangis, atau menumpahkan keluh kesah kepada pasangan atau keluarga.
Fokus pada pernikahan
Fokus menjalani kehidupan rumah tangga. Pernikahan merupakan langkah awal membangun bahtera rumah tangga.
Pesta pernikahan anggaplah bonus, pernikahan impian bisa terwujud, hanya saja dengan skala lebih kecil.
Sisi positif
Ingatlah pernikahan bukan soal dekorasi, jumlah tamu undangan, atau seberapa megah pesta digelar melainkan bersatunya sepasang kekasih dalam ikatan pernikahan secara hukum dan agama disaksikan kedua belah pihak keluarga.
Jangan menyalahkan siapa pun soal resepsi pernikahan tidak sesuai harapan.
Kehidupan usai pernikahan
Pikirkan kehidupan usai pernikahan seperti bagaimana menghadapi perubahan, biaya yang dikeluarkan, atau menyatukan segala perbedaan dengan pasangan.(*)