MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Menghadapi titik terendah dalam hidup memang tak mudah, Anda bisa merasa seperti sudah kehilangan segalanya. Semua yang diihat seakan hanya menawarkan kegelapan dan jalan buntu.
Meskipun sulit, Anda harus bisa mengupayakan bangkit lagi. Salah satu upaya bangkit, bisa menuangkan keluh kesah kepada sahabat.
Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum mengatakan wajar ketika seseorang sedang ada tekanan perasaan dan pikiran lalu ingin mencari tempat untuk menuangkan apa yang selama ini menyesakkan dada, termasuk ke teman.
Pasalnya, dalam masing-masing pribadi manusia, terdapat mekanisme pemecahan masalah yang disebut coping mechanism. Coping mechanism ini biasanya muncul sebagai langkah pertama pertahanan manusia secara psikologis.
Namun, psikolog yang kerap disapa Rahma ini mengingatkan perlu dipertimbangkan baik-baik adalah "tempat" untuk berbagi tersebut.
"Tempat yang tepat itu misalnya: teman yang dapat dipercaya, catatan pribadi atau yang sering disebut diary (bisa di buku atau dalam note ponsel)," kata Rahma dikutip dari CNNIndonesia.com.
Selain curhat kepada teman, berikut langkah sederhana bangkit dari titik terendah dalam hidup dirangkum dari berbagai sumber:
Sikap Realistis
Dikutip dari buku Merawat Luka Batin, "Pemikiran yang sehat dan realistis berarti Anda mampu melihat situasi sebagaimana adanya. Bukan berarti Anda selalu berpikiran positif, tidak memiliki masalah, tidak pernah merasakan stres, tidak pernah sedih, dan selalu bahagia sejahtera."
Dengan sikap realistis bisa berpikir lebih jernih menghadapi situasi sulit yang ada.
Memperbaiki Diri
Mengutip buku Healing the Emptiness, "Kitsugi adalah seni dari Jepang untuk memperbaiki tembikar yang pecah dengan bubuk emas, perak, atau platina".
"Ini berawal dari keyakinan bahwa sesuatu akan lebih indah setelah rusak dan diperbaiki, dan bahwa kehancuran Anda haruslah menjadi bagian dari cerita, bukan sesuatu yang Anda sembunyikan. Hati manusia memiliki kapasitas untuk menjadi seperti seni Jepang ini".
Dari situ Anda bisa mengambil sebuah hikmah bahwa kesalahan atau kerusakan bukan akhir dari segalanya.
Sikap Fleksibel
Dikutip dari buku Healing the Emptiness, "Ketika Anda kaku menghadapi kesulitan, sebenarnya Anda sedang membuat diri lebih rentan dan mudah hancur. Seperti gunung berapi yang menahan tekanan selama bertahun-tahun, lalu kemudian meledak".
Ada kalanya dengan sikap fleksibel Anda bisa lebih mudah bertahan hadapi situasi sulit daripada bersikap terlalu kaku.
Hargai Diri Sendiri
Hargai semua upaya terbaik yang sudah dilakukan. Ketika berada di titik terendah, mungkin merasa menjadi orang yang paling payah atau lemah. Namun, kenyataannya Anda punya mental pejuang yang kuat karena bukti bahwa masih bisa bertahan di titik ini sudah menjadi sebuah pencapaian sendiri.
Kekuatan Diri
Sering-seringlah berdiskusi dengan diri sendiri tentang apa yang bisa dilakukan sekarang serta pertimbangan akan baik dan buruknya
Jangan Gengsi Menerima Bantuan
Mengedepankan gengsi bukan sikap tepat dalam situasi seperti ini. Menolak semua tawaran bantuan bisa mempersulit keadaan dan mungkin melukai hati orang yang peduli.
Terima Kejatuhan Bersiap Keberhasilan
Hidup efektif menempa mental, bertahanlah buat melalui masa sulit ini. Pedang tajam tercipta dari tempaan panas tinggi dan hantaman bertubi-tubi.
Bergerak Lambat Daripada Diam
Setiap gerakan menjadi langkah maju mengangkat dari titik terendah dalam hidup.
Jangan Menyalahkan, Ambil Tanggung Jawab
Ambillah tanggung jawab, lalu introspeksi diri dan jangan menyalahkan orang lain.
Melakukan hal-hal bisa membantu merasa lebih baik dan efektif.(*)