Kartini Media
Ilustrasi mendalami hubungan dengan pria berstatus duda. Foto: Freepik

Mendapat Pasangan Berstatus Duda, Lanjut atau Bubar

Menjalin suatu hubungan baru banyak yang harus diperhatikan. Salah satunya harus selalu berhati-hati dan tidak sembarangan memilih pasangan. Apalagi menjalin kedekatan dengan pria yang pernah gagal membina rumah tangga alias berstatus duda

Pria yang pernah gagal berumah tangga cenderung memiliki sudut panjang berbeda soal kehidupan. Perceraian bukan hal mudah untuk dihadapi. Beda hal jika perceraian karena ajal menjemput. 

Nah, bila Anda jatuh cinta dan berniat menjalin hubungan jangka panjang dengan pria berstatus duda, pastikan Anda memahami pasangan. 

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut hal yang perlu Anda pahami soal pasangan Anda yang berstatus duda: 

Pastikan Sudah Bercerai

Pria berstatus duda akan kesulitan berkomitmen dan tidak akan memberikan perhatian penuh karena mereka masih fokus pada proses perceraian. 

Lebih parahnya lagi jika ia belum resmi bercerai, ada kemungkinan akan rujuk dengan istrinya. Usahakan segera menjauh sebelum sah bercerai.

Sulit Membuka Hati

Pastikan pasangan Anda memiliki pengalaman yang buruk dalam hal percintaan. 

“Berhati-hatilah dan jangan tersinggung ketika ia memberikan batasan yang mungkin terasa berlebihan bagi Anda. Cobalah untuk terbuka dan jujur padanya, berpura-pura hanya akan membuatnya semakin menutup diri,” tutur Michelle A. Coomes, seorang terapis pernikahan dan keluarga.

Perlahan tapi Pasti

Berkencan dengan pria berstatus duda membutuhkan pendekatan, jangan terburu-buru, karena Anda harus lebih banyak belajar dan memahami apa penyebab hubungannya gagal.

Ungkapkan Tujuan Hubungan

Menjalin hubungan dengan pria yang pernah bercerai berarti Anda harus tahu apa yang diharapkan dari hubungan tersebut, begitu juga dengan harapannya terhadap Anda.

“Anda harus memahami jika Anda memasuki masa transisi yang terjadi dalam kehidupannya, itu adalah masa-masa yang sensitif. Ia mengalami masa setelah menikah, menjadi single, hingga memiliki pasangan lagi. Jadi jangan terkejut jika menikah bukan menjadi prioritasnya. Jika menikah adalah tujuan utama Anda, maka katakanlah sejak awal,” ungkap Folashade A. Butler kepada The Datemix.

Lekas Pergi jika Kerap Bertengkar

Disarankan menghindari pria yang masih sering bertengkar dengan mantan istrinya atau bahkan bertingkah seperti memperjuangkan hubungan mereka.

Jangan Bandingkan Diri dengan Mantannya

Jika ia mengatakan mantannya tidak pernah mendengarkannya, maka pastikan Anda bisa menjadi pendengar yang baik. Karena pada dasarnya, dalam sebuah hubungan dibutuhkan rasa pengertian dan tidak membandingkan.

Jika Memiliki Anak, Beri Waktu Beradaptasi

Serahkan semua keputusan kepada pasangan Anda tentang kapan dan bagaimana cara Anda bertemu dengan anaknya.

Jika berlebihan, Anda justru akan terlihat memaksakan kehendak. Coba jalani hubungan dengan apa adanya dan tunggu saja kapan waktu yang tepat.(*)

 

 

Artikel Terkait