Kartini Media
ilustrasi frugal living. Foto: Istock

Mengenal Frugal Living Viral di Media Sosial, Bukan Berarti Pelit

Belum lama ini, media sosial ramai memperbincangkan istilah frugal living. Semua bermula dari sebuah unggahan di TikTok menunjukkan keluarga penganut frugal living bisa membeli mobil dan rumah. Tidak hanya di TikTok, pembahasan mengenai frugal living ramai sorotan di Twitter.

Frugal living muncul di tengah gempuran gaya hidup hedonis lebih mementingkan keinginan daripada kebutuhan, tanpa adanya perhitungan skala prioritas.

Setiap orang mempunyai gaya hidup berbeda-beda, ada yang memiliki gaya hidup sederhana karena lebih nyaman dengan kesederhanaan. Ada pula menjalani gaya hidup mewah.

Mengenal Frugal Living

Dilansir dari Wealthsimple, frugal living berarti menyadari pengeluaran dan fokus pada kebutuhan pokok.

Apabila ingin menerapkan gaya hidup ini, pertama-tama coba pikirkan tujuan utama Anda. Setelah itu, cari cara mengubah kondisi keuangan pribadi.

Deborah Taylor-Hough menuliskan dalam bukunya 'Frugal Living for Dummies' bahwa gaya hidup frugal living merupakan pilihan orang yang menerapkannya.

Ini berbeda dari kemiskinan atau pelit. Orang menerapkan frugal living menjalankan gaya hidup sepenuh hati.

 Ilustrasi pasangan yang menerapkan gaya hidup frugal living. Foto: Freepik

Mereka menggunakan uang secara efektif dan ekonomis. Dengan ini, mereka tidak akan terjebak utang. Di sisi lain, gaya hidup ini juga tidak selalu membuat mereka tidak bisa menikmati hidup atau kemewahan.

Namun, mereka lebih memanfaatkan kesempatan yang ada agar tidak mengeluarkan uang terlalu banyak.

Contoh perilaku menerapkan frugal living seperti makan di restoran mahal dengan kupon atau promo spesial, rajin menonton film yang baru dirilis dengan cara mencari tiket termurah atau menunggu tayang di televisi, pakai baju bagus dan bermerek tapi baju bekas.

Orang yang menjalani frugal living tidak menabung terlalu berlebihan. Namun, menyesuaikan kebutuhan sehari-hari.

Cara Menerapkan Frugal Living

Gaya hidup frugal living memiliki sejumlah keuntungan bagi orang yang menerapkannya.

Sebagai contoh, menghemat pengeluaran, tidak terjebak utang, bertahan di krisis finansial, atau memiliki tabungan untuk kebutuhan keluarga.

Hidup hemat tidak mudah dilakukan. Walau sudah bertekad, kadang ada promosi, keinginan, maupun kebutuhan mendadak memerlukan uang. Meski begitu, frugal living tetap bisa diterapkan dengan aman.

Daisy Luther dalam buku 'The Ultimate Guide to Frugal Living' menjelaskan cara menerapkan gaya hidup ini:

1. Menerima apa yang sudah dimiliki sehingga tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang yang sama.

2. Kreatif memperbaiki atau membuat sendiri barang yang dibutuhkan agar menghemat uang.

3. Tetap memberikan bantuan ke orang membutuhkan.

4. Menggunakan uang hanya untuk keperluan penting.

5. Mencari pilihan harga yang lebih murah.

6. Menghindari pergi ke tempat yang menjual barang mahal.

7. Membiasakan pinjam dan meminjam ke orang lain.

Frugal living tidak berarti sengaja membuat diri menjadi miskin. Namun, menghemat uang hanya untuk hal yang sangat diperlukan.(*)

Artikel Terkait