Kartini Media
Ilustrasi masalah keuangan dalam rumah tangga. Foto: Freepik

Menyikapi Suami Kerap Andalkan Uang Istri, Begini Saran Pakar

Ketika menikah dan berkomitmen dengan pasangan, sebenarnya tidak hanya berbagi hidup tapi juga berbagi beban finansial. Sebab jika tidak hati-hati, masalah keuangan bisa merusak hubungan rumah tangga.

Sebagai kepala rumah tangga, seorang suami berkewajiban memberikan nafkah kepada istrinya. Nafkah tersebut mencakup nafkah lahir, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Selain itu, suami juga harus mencukupi nafkah batin berupa keharmonisan dan kepuasan intim terhadap istrinya.

Meski tidak ada formula khusus bagaimana pernikahan bisa langgeng, namun setiap pasangan punya cara sendiri dalam mempertahankan pernikahannya, dimulai dari cara mengatur keuangan.

Menurut ahli keuangan, Charlene Rhinehart, masalah keuangan dapat menimbulkan konflik dalam pernikahan. Bahkan, pertengkaran tentang keuangan jadi pemicu perceraian paling umum.

Dikutip dari Investopedia, Rhinehart menyebut salah satu masalah kerap terjadi adalah ketika masing-masing pasangan memiliki penghasilan namun tidak menyepakati bagaimana membagi tagihan bersama dan mengalokasikan sejumlah uang untuk dibelanjakan bersama maupun untuk hal-hal yang sesuai dengan keinginan mereka.

Perencana keuangan, Samantha Silberstein, memiliki pendapat serupa dengan Rhinehart. Menurutnya, banyak pasangan sadar mereka perlu menyepakati bagaimana uang suami vs uang istri dikelola. Namun pada prosesnya, sering kali tidak semulus rencana.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tips agar suami tidak mengandalkan uang istri:

Saling Terbuka

Saling berbicara jujur termasuk soal utang dan perencanaan masa depan.

Diskusikan Pengeluaran

Harus dibicarakan siapa yang harus membayar tagihan, belanja bulanan, dan lainnya. Penting untuk dikomunikasikan.

Bagi Tanggung Jawab

Berkomitmen saling berbagi tanggung jawab kedua belah pihak.

Bersenang Bersama

Berurusan dengan masalah uang secara umum membuat stres, tapi pada akhirnya uang adalah alat mencapai tujuan.

Saat menemukan cara mengingatkan diri sendiri tentang komitmen awal dengan pasangan, hal itu jauh lebih penting dan dengan berbagi kebahagiaan bersama pasangan membuat pernikahan semakin terasa lebih indah.(*)

Artikel Terkait