Kartini Media
Para karyawan Microsoft. Foto: Istimewa

Microsoft Umumkan Karyawannya Bisa Naik Gaji Tapi Dengan Syarat

Chief Executive Office (CEO) Microsoft, Satya Nadella beberapa waktu lalu sempat mengumumkan keputusan bahwa Microsoft tidak memberikan kenaikan gaji tahun ini melalui email internal.

Selain itu, Microsoft berjanji untuk terus 'berinvestasi pada karyawannya melalui bonus dan penghargaan saham'. Perusahaan berkomitmen memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk tumbuh dan berkembang.

Keputusan Microsoft tidak memberikan kenaikan gaji tahun ini membuat banyak karyawan emosi.

Dikutip dari IndiaToday, ada unggahan Twitter seorang karyawan yang menjadi berita utama dimana pekerja teknologi itu menyebut keputusan Microsoft sebagai 'tamparan'.

Gaji Bisa Naik, dengan Syarat

Dan sekarang, Chief Marketing Officer (CMO) Microsoft, Christopher Capossela memberi tahu karyawan bahwa ada cara untuk mengubah keputusan tersebut dan mendapatkan kenaikan gaji.

Menurut sebuah laporan Fortune, Capossela berbicara kepada karyawan dalam percakapan internal dan memberi tahu mereka bagaimana mereka bisa mendapatkan kenaikan gaji.

Capossela menulis dalam komunikasi internal bahwa cara untuk meningkatkan kompensasi total semua karyawan adalah dengan menaikkan harga saham perusahaan.

"Pengungkit paling penting untuk hampir semua kenaikan kompensasi karyawan kami adalah harga saham," kata  Capossela.

"Hasil triwulan yang sangat bagus berkontribusi membuat saham menarik, yang pada gilirannya mendorong kenaikan total kompensasi semua karyawan,” lanjut Capossela.

Laporan tambahan Fortune, tahun ini, harga saham perusahaan sudah naik 33 persen.

 

Pemutusan Hubungan Kerja di Microsoft

Pada awal tahun ini, Microsoft mengumumkan memberhentikan 10.000 karyawan. Sebuah keputusan yang memengaruhi orang secara global.

Berbagai karyawan masuk ke LinkedIn, beberapa membagikan kisah pemutusan hubungan kerja mereka, sementara yang lain tidak membuang waktu dan mulai mencari peluang yang lebih baik.

"Hari ini, kami membuat perubahan yang akan mengakibatkan pengurangan tenaga kerja kami secara keseluruhan sebanyak 10.000 pekerjaan hingga akhir Q3 Tahun Buku 23. Ini mewakili kurang dari 5 persen dari total basis karyawan kami, dengan beberapa pemberitahuan yang terjadi hari ini. Penting untuk dicatat bahwa sementara kami menghilangkan peran di beberapa area, kami akan terus merekrut di area strategis utama. Kami tahu ini adalah waktu yang menantang bagi setiap orang yang terkena dampak. Tim kepemimpinan senior dan saya berkomitmen bahwa saat kami menjalani proses ini, kami akan melakukannya jadi dengan cara yang paling bijaksana dan transparan," kata Nadella dalam unggahan blog resmi.(*)

 

 

 

Artikel Terkait