Kartini Media
Ilustrasi perempuan menjalankan bisnis jasa titip. Foto: Freepik

Pandemi Covid 19 Berakhir, Kiat agar Usaha Jasa Titip Bertahan

Penanganan Covid-19 di dunia dan Indonesia semakin terkendali. Data menunjukkan perkembangan kasus harian di dunia sejak awal 2023 hingga 8 Juni 2023 mengalami penurunan.

Secara nasional, perkembangan indikator pandemi mengalami penurunan sejak awal tahun 2023 hingga 8 Juni 2023. Kasus positif turun 31 persen menjadi 254 kasus dari 366 kasus.

Dikutip dari laman Satgas Covid-19, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc, PhD selaku Juru Bicara Penanganan Covid-19 menyampaikan kondisi tersebut merupakan tanda positif, ditambah Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencabut Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Pemerintah Indonesia resmi mencabut aturan kewajiban penggunaan masker saat melakukan perjalanan dalam dan luar negeri, serta saat kegiatan di fasilitas publik dan skala besar.

Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) No.1 tahun 2023 tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ditetapkan Satuan Tugas Penanganan Covid 19, Jumat, 9 Juni 2023.

Jasa Titip 

Lantas, apakah kebijakan tersebut berdampak pada bisnis jasa titip atau jastip? 

Seperti diketahui, kala pandemi Covid-19, bisnis jastip mendulang untung karena ada perubahan ruang gerak masyarakat dan mengubah gaya berbelanja.

Jastip bermodalkan media sosial menawarkan jasa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Meski pandemi Covid-19 berakhir, nyatanya bisnis jastip semakin berkembang. Tak ada sekat ruang gerak di masyarakat tidak berpengaruh pada bisnis jastip, contoh jastip konser musik Coldplay.

Bisnis jastip semakin menjamur di media sosial. Pelaku jastip mengambil fee atau keuntungan dari harga tiket.

"Biasanya 5-15 persen dari harga tiket," ucap Tio, pengiat bisnis jastip dikutip dari Medcom.id.

Ke depan, bisnis jastip semakin berkembang dan diminati.

Bagi pemula mencoba peruntungan di bisnis jastip bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

Target pasar

Cari tahu target pasar kemudian petakan jenis kelamin, usia, dan minat mereka. Dari sini, bisa lebih mudah menarik pelanggan.

Akses produk

Sebagai penyedia jasa titip harus memiliki akses ke penyedia produk.

Promosi di media sosial

Pastikan foto produk dari produsen asli sehingga benar-benar gambar sesungguhnya.

Harga wajar

Tidak memasang harga terlalu mahal dan masuk akal.

Waktu

Harus pandai mengatur waktu, membalas chat pelanggan, dan pengiriman produk tepat waktu.

Selain online, bisnis jastip bisa dilakukan secara offline. Bisnis jastip tidak hanya jasa titip barang asal daerah tapi juga dari luar negeri dikirimkan kepada konsumen yang berada dalam negeri atau daerah.  

Pelaku jastip meraih keuntungan dari selisih harga barang yang dibeli dan harga yang dikenakan konsumen. Konsumen bisa belanja barang bermerek asal luar negeri mengunakan jastip.

Bisnis jastip bisa jadi alternatif bagi konsumen yang sulit membeli barang dari luar negeri atau daerah lantaran jarak, waktu, dan bahasa.(*)

Artikel Terkait