Kartini Media
Ilustrasi perselingkuhan di tempat kerja. Foto: Istimewa

Pasangan Selingkuh, Lantas Salah Siapa?

Perselingkuhan merupakan tindakan yang mungkin terjadi dalam sebuah hubungan. Baik hubungan tersebut masih taraf pacaran maupun suami istri.

Kala merasa menjadi korban perselingkuhan, lantas muncul pertanyaan dalam benak hati. Siapakah yang mesti disalahkan? Dia atau saya?

Dikutip dari Pulse, Ayoola Adetayo selaku pengamat gaya hidup mengatakan bahwa selingkuh bukanlah peristiwa, melainkan serangkaian tindakan dari orang-orang yang tak mempertimbangkan dampak dari kesalahan mereka terhadap pasangan serta hubungan.

Bagi orang-orang yang berselingkuh, menurut Adetayo, mereka tak peduli apa yang dilakukan pasangan. Mereka juga kebanyakan tak merasa menyesal ketika sedang selingkuh.

“Tidak peduli seberapa berdedikasinya pasangan dalam membuat suatu hubungan bekerja, damai, sehat, atau bahkan sukses. Peselingkuh tidak peduli hal-hal seperti itu, mereka melakukan sesukanya, tanpa peduli konsekuensi dari tindakan,” jelas Adetayo.

Kesalahan dua pihak

Tidak masuk akal menyalahkan orang lain selain yang berselingkuh. Selain orang yang melanggar komitmen hubungan, terkadang sang selingkuhan juga sama-sama melakukan kesalahan.

Orang berselingkuh sudah pasti jadi yang paling salah. Namun, bila sang selingkuhan sadar dirinya bukan satu-satunya dalam hubungan tersebut, terlebih menikmatinya, maka jelas bahwa itu merupakan kesalahan kedua belah pihak.

Perempuan cenderung salahkan selingkuhan pasangan

Dikutip dari The Independent, peneliti di Cardiff Metropolitan University menemukan bahwa perempuan cenderung lebih suka menyalahkan selingkuhan pasangannya.

“Perempuan merupakan jenis kelamin yang lebih pemilih dan punya peran lebih kuat dalam membesarkan anak. Mereka juga jadi sosok terpenting dalam lahirnya seorang anak,” jelas ilmuwan Cardiff Michael Dunn mengenai perempuan.

Menurut Dunn, hal tersebutlah yang menjadi penyebab perempuan lebih suka menyalahkan perempuan lain yang menjadi selingkuhan pasangannya.

Studi dalam jurnal Evolutionary Psychological Science menjelaskan alasan lain perempuan cenderung menyalahkan perempuan selingkuhan yaitu karena sulitnya membesarkan anak sebagai orang tua tunggal sehingga enggan pisah dengan pasangannya.(*)

Artikel Terkait