Kartini Media
Ilustrasi orangtua dan anak. Foto: Freepik

Pentingnya Pendidikan Seksual pada Anak, Ajari Sesuai Usianya

Pendidikan seksual kepada anak penting dilakukan sejak dini agar anak mengerti konsekuensi dan konsep menghargai diri sendiri.

Selain itu, bisa mencegah anak tidak terkejut saat masuk usia pubertas, dan hal ini bisa mendorong anak menjaga organ reproduksinya, mencegah kehamilan usia dini, serta mencegah terjadi pelecehan seksual.

Pendidikan seksual untuk anak diberikan sedini mungkin, bertahap, dan terus-menerus.

Mengutip Alodokter, pendidikan seksual anak sebaiknya diberikan saat anak berusia 3 atau 4 tahun. Itu merupakan usia anak saat mulai memperhatikan dunia di sekitarnya dan mulai belajar mengenali tubuhnya sendiri, dan membandingkan diri dengan teman-temannya.

Melansir laman Kementerian Kesehatan, berdasarkan sebuah teori disampaikan psikolog keluarga Retno Lelyani Dewi, waktu ideal memberikan pendidikan seksual kepada anak adalah dua tahun sebelum anak-anak mengalami masa pubertas. Namun, pendidikan seksual baiknya diberikan secara bertahap, pelan-pelan sesuai umur dan kebutuhan.

"Misalnya, saat anak masih balita, bisa dimulai dengan mengenalkan fungsi tubuh dan menjelaskan bahwa ada bagian-bagian tubuh yang bersifat privat,” kata psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra A. Putranto seperti dilansir dari Antara.

Untuk anak usia 2 atau 3 tahun, orangtua bisa mulai mengenalkan anak tentang organ tubuh dan nama-namanya, termasuk alat kelamin. Sampaikan bahwa tubuh anak adalah satu hal yang privat dan harus dihormati.

Kasandra menyarankan agar pendidikan seksual dilakukan dengan metode diskusi terbuka dan menciptakan suasana nyaman sehingga anak tidak ragu bertanya.

Gunakan alat bantu agar lebih mudah dipahami, orangtua bisa mengenalkan konsep pendidikan seksual menggunakan alat bantu berupa gambar atau buku sesuai dengan usia anak. Buku dengan gambar dan warna akan membuat pembelajaran terasa lebih menarik.

Seiring bertambah usia, orangtua dianjurkan mengenalkan tentang tanggung jawab berhubungan dengan orang lain dan risiko hubungan seksual, seperti kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual.

“Pendidikan seksual dapat membantu anak-anak menghindari risiko-risiko masalah kejahatan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan penularan penyakit menular seksual (PMS),” tutur Kasandra.(*)

Artikel Terkait