MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Artificial intelligence atau biasa disebut AI disebut-sebut mulai menggeser sebagian pekerjaan yang biasa dikerjakan tenaga manusia.
Dilansir dari Investopedia, AI adalah perkiraan kecerdasan manusia yang diaplikasikan dalam mesin. Dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi, AI dinilai mampu mempermudah aktivitas manusia.
Meskipun di sisi lain menyimpan kekhawatiran menggeser lapangan pekerjaan manusia. Pekerjaan digantikan AI dan mesin. Laporan dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa AI mampu menghasilkan konten yang bisa melakukan seperempat dari semua pekerjaan manusia.
Diperkirakan, sebanyak 300 juta pekerjaan terancam digantikan oleh kecanggihan AI.
Lantas, pekerjaan apa yang dalam waktu dekat tidak bisa tergantikan oleh AI?
Pekerjaan yang Butuh Empati
Kecanggihan AI tidak dirancang untuk berempati, menilai, dan menunjukkan kasih sayang seperti manusia. Oleh karenanya, profesi seperti dokter, hubungan masyarakat atau humas, psikolog, psikiater, guru, hingga human resources development (HRD) tidak dapat digantikan oleh robot.
Pekerjaan Kreatif
Profesi yang membutuhkan kreativitas dan imajinasi tidak dapat ditekuni oleh kecerdasan AI, contohnya seperti penulis, perancang grafis, editor, seniman, insinyur, hingga ilmuwan.
Pekerjaan Strategis dan Kompleks
Banyaknya variabel hingga masalah yang kompleks membuat kecerdasan AI tidak dapat mengambil alih pekerjaan jenis ini, seperti manajer penjualan, software development dan chief executive officer.
Pekerjaan Fisik
Tidak semua pekerjaan fisik dapat digantikan oleh kecerdasan AI seperti atlet dan perajin yang mengandalkan fisiknya untuk bekerja.
Pekerjaan yang Mengandalkan Visi dan Imajinasi
Imajinasi dan mimpi tidak diprogram kecerdasan AI seperti aktivis, wirausahawan, visioner, pemimpin pemikiran, penulis, pembicara, dan lain sebagainya.
Profesi yang tak bisa digantikan oleh kecerdasan AI bisa menjadi referensi mahasiswa untuk mempelajari keahlian yang dibutuhkan.(*)