MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Paul McCartney mengungkapkan dalam sebuah wawancara dengan BBC Radio 4 bahwa ia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghidupkan kembali suara mendiang rekan satu bandnya, John Lennon.
Tujuannya menciptakan apa yang disebut McCartney sebagai rekaman The Beatles terakhir. Meskipun McCartney tidak mengungkapkan lagu yang dimaksud, diperkirakan lagu tersebut adalah "Now and Then", sebuah komposisi karya Lennon dari tahun 1978.
Menurut laporan BBC, perjalanan dimulai tahun 1994 ketika janda Lennon, Yoko Ono, menghadiahkan sebuah rekaman demo bertuliskan "For Paul" kepada McCartney.
Rekaman tersebut berisi rekaman lagu-lagu dibuat Lennon tak lama sebelum pembunuhan tahun 1980. Lennon, duduk di depan piano di apartemennya di New York, merekam lagu-lagu tersebut dengan menggunakan boom box, sehingga menghasilkan "suara yang lo-fi dan belum sempurna".
The Beatles yang masih hidup awalnya mencoba merekam lagu tersebut pada pertengahan tahun 1990-an, namun George Harrison keberatan karena kualitas vokal Lennon buruk dan kebisingan latar belakang terus-menerus dari kebisingan sekitar apartemen.
McCartney menggambarkan lagu tersebut memiliki syair indah dan suara Lennon yang menawan, meskipun perlu disempurnakan.
Untuk mengatasi tantangan audio, McCartney beralih ke teknologi AI. Terinspirasi kolaborasinya dengan Peter Jackson dalam seri dokumenter The Beatles 2021.
McCartney menggunakan program AI memisahkan vokal Lennon dan menghilangkan suara latar belakang yang tidak diinginkan.
Sistem AI dilatih membedakan antara suara Lennon dan piano yang mengiringinya, yang memungkinkan mereka meningkatkan kualitas suara secara keseluruhan.(*)