Kartini Media
Ilustrasi pacaran dengan teman sekantor. Foto: Freepik

Risiko Pacaran dengan Rekan Sekantor, Salah Satunya Picu Gosip

Menjalin hubungan atau pacaran dengan teman sekantor tentu bukan hal asing. Pacaran dengan rekan sekantor kerap terjadi lantaran menghabiskan waktu sebagian besar di tempat bekerja hingga tumbuh benih-benih cinta. Bahkan, ada pacaran dengan rekan kerja berujung di pelaminan.

Meski begitu, ada risiko ditimbulkan menjalin hubungan spesial dengan rekan kerja. Dikutip dari Insider, berikut risiko berpacaran dengan rekan kerja.

Turun Produktivitas Bekerja

Menjalin hubungan asmara dengan rekan kerja ternyata bisa memengaruhi produktivitas. Alasannya, ada kecenderungan meluangkan banyak waktu hanya memikirkan pasangan di kantor.

Jika hal ini terus berlanjut, maka besar kemungkinan karier dan hubungan pertemanan di kantor bisa terancam.

“Itu (pacaran dengan rekan kerja) benar-benar bisa memengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dengan rekan kerja, karena Anda terlalu sibuk berhubungan dengan pasangan,” kata Tammy Nelson, seorang terapis seks dan konsultan di Ashley Madison, kepada Insider.

Ganggu Konsentrasi

Bisa menurunkan konsentrasi terhadap pekerjaan. Baik itu saat sedang kasmaran atau sedang berselisih paham, konsentrasi atau fokus terhadap pekerjaan akan semakin menurun.

“Umumnya konsentrasi saat bekerja jadi menurun karena hati dan pikiran Anda tidak tenang memikirkan cinta,” lanjut Nelson.

Kurangi Interaksi Anda dengan Rekan Kerja Lain

Sebagai contoh, memasuki waktu istirahat, maka secara otomatis lebih memilih duduk bersama pasangan. Secara tidak langsung, ini bisa membuat interaksi dengan rekan kerja lain tidak nyaman.

Picu Gosip

Baik itu gosip mengenai hal positif maupun negatif, keduanya memang tidak bisa dihindari. Terlebih jika ada pihak dirugikan dengan hubungan Anda, maka harus bersiap menerima risiko ini.

“Jika gosipnya seputar hal negatif, maka dampaknya bisa mengancam reputasi Anda di kantor,” lanjut Nelson.

Ciptakan Drama

Bisa menimbulkan drama (baik itu drama antara Anda dengan pasangan atau dengan rekan kerja yang lain).

Menurut David Brudo, CEO dan salah satu pendiri aplikasi kesehatan mental Remente kepada Insider, risiko ini dikhawatirkan bisa merusak reputasi dan profesionalisme di tempat kerja.

“Apalagi jika hubungan Anda tidak berakhir dengan baik, maka bisa jadi kalian akan kesulitan dalam berinteraksi secara profesional,” jelas Brudo.(*)

Artikel Terkait