Kartini Media
Ilustrasi pasangan membahas keuangan. Foto: Freepik

Sebelum Menuju Pelaminan Tetapkan Pondasi Finansial Bersama Pasangan

Sebelum melangkah ke pelaminan, banyak hal yang perlu dibahas bersama pasangan, termasuk masalah finansial. Membicarakan keuangan bersama pasangan terkadang menyulitkan dan menegangkan.

Takut salah satu dari mereka merasa tersinggung atau bertanya-tanya, namun hal tersebut perlu dibahas demi kenyamanan kehidupan setelah menikah.

Komunikasi yang baik dapat membangun hubungan yang sehat dan membuat kedua pasangan bisa saling terbuka soal keuangan.

Jika kamu memiliki pasangan yang sudah terpikirkan ke jenjang pernikahan, maka ada baiknya untuk mulai terbuka soal keuangan pribadi.

“Karena, kita harus tahu bagaimana keuangan pasangan kita, apa saja permasalahan yang akan dialami, dan apakah Anda sanggup berpasangan dengannya jika memiliki keuangan tersebut,” jelas Perencana Keuangan Finansialku, Widya Yuliarti, CFP seperti dikutip dari kompas.com.

Saling terbuka soal keuangan pribadi merupakan hal yang sensitif, tapi perlu dibicarakan.

Untuk itu, jangan lupa mengajak pasangan duduk bersama membahas finansial sebelum melangkah ke pelaminan. Berikut beberapa pondasi finansial yang perlu dibahas bersama pasangan, seperti dikutip dari berbagai sumber:

Nominal Penghasilan

Mengetahui nominal penghasilan adalah hal dasar. Dari sinilah bisa mendapatkan gambaran gaya hidup, pengeluaran rumah tangga, dan tujuan keuangan setelah menikah nantinya.

Gaya Hidup untuk Menentukan Pengeluaran

Perbedaan gaya hidup bisa menjadi masalah di kemudian hari jika tidak dibicarakan. Untuk itu,  perlu komitmen menjalani gaya hidup yang sesuai dengan besaran penghasilan. Ini akan memengaruhi pos-pos pengeluaran saat nanti Anda berumah tangga.

Utang Piutang

Utang dan piutang sebaiknya dibicarakan secara terbuka karena keduanya dapat memengaruhi cash flow bulanan.

Jika Anda dan pasangan memiliki utang produktif seperti kredit pemilikan rumah (KPR), informasikan mengenai besaran cicilan tiap bulan, tenor, maupun biaya-biaya lain yang berkaitan dengan KPR.

Jika tidak memiliki kesepakatan pisah harta (perjanjian pranikah), utang piutang ini menjadi tanggungan bersama setelah menikah nanti.

Tanggungan

Ada pos yang harus disiapkan setiap bulannya. Tidak transparan mengenai topik ini dapat memicu percikan konflik dengan keluarga.

Pembagian Tanggung Jawab

Setelah mengetahui profil finansial masing-masing, saatnya untuk menentukan pembagian tanggung jawab. Baik dikelola bersama ataupun salah satu pihak, pastikan hal tersebut menjadi kesepakatan bersama.

Menentukan Tujuan Keuangan

Banyak pasangan yang gagal menabung karena tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas. Dengan memiliki tujuan keuangan, Anda dan pasangan bisa fokus mengalokasikan dana setiap bulannya.(*)

 

Artikel Terkait