MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Saat ini, renang menjadi olahraga populer dan diminati banyak orang. Bahkan, saking populernya, renang dilombakan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Berenang adalah salah satu life skill atau keahlian yang diperlukan dalam hidup dan salah satu olahraga paling digemari oleh anak-anak.
Selain dapat meningkatkan kesehatan, berenang juga dapat membuat anak lebih cerdas.
Seperti dibuktikan sebuah penelitian dari Universitas Griffith Australia. Para peneliti melakukan survei kepada 7.000 orangtua yang memiliki anak di bawah usia 5 tahun.
Dari 7.000 partisipan, peneliti mengajak 180 anak untuk diajarkan renang selama kurang lebih satu tahun.
Dari penelitian tersebut ditemukan, anak-anak yang melakukan olahraga renang secara teratur lebih unggul secara keterampilan, daripada anak-anak lainnya.
Para peniliti mencatat, anak rajin berolahraga renang unggul dalam kemampuan visual dan motorik. Anak-anak tersebut juga lebih unggul dalam kemampuan berbicara, bidang literasi dan numerasi.
Selain itu, dalam penelitian juga ditemukan, anak-anak berenang memiliki keseimbangan dan koordinasi lebih baik daripada teman sebayanya yang tidak aktif belajar berenang.
Secara garis besar, Universitas Griffith menyimpulkan, semakin awal seorang anak memulai untuk berolahraga renang, maka perkembangan kecerdasannya akan semakin besar.
Gaya Renang
Gaya renang terbagi menjadi banyak macam, mulai dari gaya punggung dengan posisi terlentang hingga gaya samping yang mengandalkan tubuh bagian samping.
Gaya punggung adalah gaya renang dengan menggunakan punggung.
Gaya bebas adalah gaya renang dengan posisi dada menghadap permukaan air.
Gaya dada merupakan gaya renang dengan posisi wajah atau kepala dan dada di atas permukaan air dalam jangka waktu lama.
Gaya kupu-kupu menggabungkan gaya dada dengan kedua tangan yang diayunkan dari dalam air ke depan tubuh.
Gaya samping mengandalkan bagian samping tubuh. Pada gaya samping, tubuh diposisikan secara miring.
Gaya trudgen merupakan gabungan antara gaya samping dan gaya bebas. Dalam gaya ini, perenang bisa bernapas terus menerus karena kepala tidak masuk ke air.
Teknik Dasar Renang untuk Pemula
Teknik dasar renang perlu diperhatikan bagi pemula. Orangtua bisa mengajarkannya tanpa perlu pelatih renang.
1. Mengenal air
Sebelum mengajarkan anak hal-hal teknis, yang pertama perlu diajarkan adalah mengenal air. Bangun rasa percaya diri anak untuk bisa menikmati.
2. Kenalkan situasi di kolam renang
Anak mesti pelajari pengenalan situasi kolam renang dan bersikap empati kepada perenang lain. Ajari anak menghargai dan memahami kondisi yang mungkin terjadi.
3. Benamkan wajah dan angkat kembali ke permukaan
Inti teknik dasar renang ini adalah anak bisa membenamkan kepalanya di dalam air tanpa menelannya.
Melansir modul Renang oleh Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar, pada pemula, keterampilan yang harus dikuasai adalah mengambil napas ketika berada di atas permukaan.
Pemula juga harus bisa menahan napas saat kepala berada di dalam air.
4. Mengambang
Berenang bisa melelahkan. Gerakan ini dilakukan dengan menyejajarkan tubuh dengan permukaan air, harus tenang dan tak banyak bergerak agar tubuh bisa mengambang.
5. Meluncur
Teknik meluncur penting dikuasai bagi yang baru belajar berenang, bisa meluncur dengan dorongan dari dinding kolam.
6. Kontrol pernapasan
Inti teknik pernapasan dalam renang adalah anak perlu mengembuskan napas dengan mulut dan hidung saat kepala berada di bawah air.
Kemudian ketika mengangkat kepala ke atas air, ambil napas penuh sebelum membenamkan kepala kembali ke bawah.
7. Menendang
Gerakan ini membantu tubuh bergerak maju ke depan dengan mencontohkan gerakan menendang seperti gaya katak kepada anak.
8. Treading water
Treading water atau doggie paddle adalah berenang dengan kepala di atas permukaan air.
Caranya, anak memegang tepi kolam dengan kedua tangan. Regangkan kaki mereka dan minta mereka menendang seperti katak, dengan lembut dan halus.
Kemudian lanjutkan dengan berpegangan pada ibu. Saat ibu bergerak melewati air, minta anak untuk menendang.
Anak bisa menggunakan perangkat pelampung kecil untuk dipegang saat menendang di sekitar kolam.
Lama-kelamaan, anak akan bisa menendang dan menggerakkan tangan dengan lembut melewati air dan menjaga kepala mereka tetap di atas permukaan.(*)