MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Nama Han Kang semakin naik daun setelah diumumkan menjadi penerima Penghargaan Nobel di bidang Sastra tahun ini. Han Kang novelis asal Korea Selatan berhasil meraih Nobel Sastra 2024.
Han tidak banyak bicara setelah kemenangan itu, dan dilaporkan ia menolak perayaan dengan alasan bersimpati terhadap perang berkecamuk di Gaza dan Ukraina.
Kemenangan Han Kang dirayakan semua kalangan di Korea. Mulai dari politisi, penulis, dan pembaca Korea Selatan.
Presiden Korea Yoon Suk Yeol mengucapkan selamat kepadanya melalui unggahan di Facebook. Sidang parlemen yang lagi berlangsung juga sempat dihentikan sementara.
Han Kang dalam wawancara dengan penyelenggara Hadiah Nobel, Akademi Swedia, ngaku merasa terkejut saat pertama kali diberi tahu tentang Nobel Sastra.
"Saat panggilan telepon berakhir, saya perlahan-lahan mendapatkan kembali kesadaran realitas dan mulai merasa emosional. Terima kasih banyak telah memilih saya sebagai pemenang. Gelombang besar ucapan selamat hangat yang datang kepada saya sepanjang hari juga mengejutkan. Dari lubuk hati saya, terima kasih," katanya.
Menurut The Daily Star, sejak kemenangannya, penjualan literatur Korea secara keseluruhan juga meningkat lebih dari 12 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Buku-buku karya Han Kang. Foto:Istimewa
Penjualan sejumlah buku karya novelis Han Kang melonjak tajam di toko buku Korea Selatan, dengan sebanyak 1 juta eksemplar terjual habis kurun waktu 6 hari setelah ia dinobatkan sebagai peraih penghargaan Nobel Sastra 2024.
Yes 24, Kyobo Book Centre, Aladin, dan toko buku lainnya dilaporkan terjual sebanyak 1,62 juta eksemplar karya Han kang per hari Rabu (16/10/2024) pukul 9 pagi. menurut perhitungan sementara, setidaknya 70.000 eksemplar e-book telah terjual.
Buku-buku karya Han Kang diketahui menempati posisi teratas di toko-toko buku utama di Korea Selatan, dan di antaranya, buku berjudul Human Acts, The Vegetarian, dan We Do Not Part mendapatkan sorotan yang tinggi.
Dikutip The Guardian, Kyobo Book Centre mengatakan penjualan karya Han Kang melesat tajam, stok terjual habis.
Salah satu novel terlarisnya The Vegetarian adalah yang paling disukai. Novel yang terbit pada 2007 sukses diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris di 2015 oleh Deborah Smith, dan memenangkan International Booker.
Karya-karya Han Kang sering membahas trauma sejarah. Salah satu novelnya Human Acts, terbit pada 2014 berkisah tentang pemberontakan Gwangju Mei 1980, sementara novelnya pada 2021 terbit berbahasa Inggris dengan judul We Do Not Part membahas pemberontakan Jeju 1948-1949.
Melihat laman resminya, Han Kang lahir di Gwangju pada 1970. Sejak usia sepuluh tahun, dia tumbuh di Suyuri, Seoul setelah keluarganya pindah ke sana.
Dia kemudian menempuh pendidikan tinggi dan belajar sastra Korea di Universitas Yonsei. Di sana, dia memulai debut sastranya sebagai penyair dengan menerbitkan lima puisi, termasuk “Winter in Seoul”, dalam edisi musim dingin Munhak-gwa-sahoe (Sastra dan Masyarakat) pada 1993.
Han kemudian memulai kariernya sebagai novelis pada 1994, dan memenangkan Kontes Sastra Musim Semi Seoul Shinmun 1994 dengan “Red Anchor”.
Dia kemudian menerbitkan kumpulan cerita pendek pertamanya berjudul Yeosu (Perusahaan Perusahaan Penerbitan Munji).
Dia juga berpartisipasi dalam Program Penulisan Internasional Universitas Iowa selama tiga bulan pada 1998 dengan dukungan dari Dewan Kesenian Korea.
Dia juga dianugerahi hadiah sastra Manhae untuk Human Acts (2014) dan penghargaan sastra Hwang Sun-won (2015) untuk novela While One Snowflake Melts. Sementara itu, novelnya Farewell juga memenangkan Penghargaan Sastra Kim Yujung pada 2018.
Tak hanya itu, novel "The Vegetarian" juga memenangkan Penghargaan Man Booker International 2016. Kemudian, Atti umani (Human Acts) memenangkan Penghargaan Malaparte 2017 di Italia.
Dia juga dianugerahi Penghargaan San Clemete untuk "The Vegetarian" di Spanyol (2019). Pada tahun yang sama, dia juga terpilih sebagai penulis kelima untuk proyek Future Library di Norwegia.
Novel terbarunya 'I Do Not Bid Farewell' mendapat penghargaan Medicis di Prancis pada 2023, dan penghargaan Émile Guimet pada 2024.(*)