Mewujudkan ‘Asta Cita’ Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Bangsa
MBG bukan hanya sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban dalam memutus rantai stunting
Serang, Banten (14/4) - Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus diperkuat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Hal ini ditegaskan oleh Tubagus Haerul Jaman dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di SMKN 2 Kota Serang, Senin (13/4).
Sebagai Anggota Komisi IX DPR RI, Tubagus Haerul Jaman menekankan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan langkah strategis negara dalam membangun kualitas generasi masa depan.
“Program Makan Bergizi adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Pemenuhan gizi seimbang sejak usia dini menjadi kunci utama dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan gizi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan program sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat.
Lebih lanjut, Tubagus juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan pola hidup sehat.
“Kesadaran akan pentingnya gizi harus dimulai dari rumah tangga. Peran keluarga sangat krusial dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, ia hadir bersama perwakilan dari Badan Gizi Nasional yang turut memberikan edukasi kepada peserta mengenai pentingnya pola makan sehat dan pencegahan stunting.
Tubagus berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami bahwa pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.
“Jika kita ingin mewujudkan Generasi Emas 2045, maka kita harus mulai dari sekarang—dari hal paling mendasar, yaitu memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan gizi yang cukup dan berkualitas,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat ketahanan gizi nasional serta mendorong terbentuknya masyarakat yang sehat, kuat, dan berdaya saing.