Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Keluarga harmonis menjadi dambaan bagi semua orang didunia. Ternyata ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempererat hubungan keluarga dirumah terutama bagi anak dan orang tua. Memiliki momen bersama dalam jumlah waktu yang cukup dapat menumbuhkan kedekatan yang harmonis di keluarga.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa momen sederhana seperti bermain dan tertawa bersama memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dalam keluarga.
Dikutip dari Kompas.com temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan di Journal of Experimental Child Psychology. Dalam jurnal tersebut terdapat 3 cara yang bisa dilakukan untuk membangun kedekatan emosional didalam keluarga yang bisa anda praktikan.
1.Interaksi langsung penting dalam pengasuhan anak
Dalam teori keterikatan, anak membangun hubungan emosional dengan pengasuh agar merasa aman dan terlindungi. Hubungan yang aman ini membantu anak mengelola emosi serta lebih percaya diri saat mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Profesor psikologi dari University of Ottawa sekaligus penulis penelitian, Jean-François Bureau, mengatakan bahwa pengasuhan tidak hanya tentang mencegah perilaku buruk pada anak. “Menjadi orangtua yang baik bukan hanya tentang menghindari perilaku yang merugikan anak, tetapi juga membangun hubungan yang positif dan menikmati waktu bersama mereka,” kata Bureau, seperti dikutip dari PsyPost.
2.Penelitian mengamati interaksi bermain orangtua dan anak
Penelitian ini melibatkan 144 keluarga yang memiliki anak usia 3 hingga 5 tahun. Para peneliti mengamati interaksi antara anak dengan masing-masing orangtua dalam dua sesi penelitian yang dilakukan di laboratorium. Dalam salah satu sesi, orangtua diminta mencoba membuat anak tertawa selama dua menit tanpa menggunakan mainan.
Interaksi ini memungkinkan peneliti melihat bagaimana orangtua menciptakan momen bermain secara langsung dengan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dapat tertawa melalui berbagai bentuk interaksi sederhana, seperti menggelitik, mengejar anak, membuat wajah lucu, bernyanyi, atau menggunakan suara yang menghibur.
3.Bermain sederhana dapat memperkuat hubungan keluarga
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa interaksi bermain dan tertawa dapat membantu membangun hubungan emosional antara orangtua dan anak. Momen bermain sederhana memberikan kesempatan bagi orangtua dan anak untuk saling berinteraksi secara langsung.
Para peneliti juga menyoroti pentingnya momen bermain bersama di tengah meningkatnya penggunaan layar oleh orangtua maupun anak. Interaksi langsung seperti bermain dan tertawa bersama dinilai dapat membantu menjaga kualitas hubungan dalam keluarga.