Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

BMKG Memprediksikan Cuaca Buruk Akan Dialami Sebagian Besar Wilayah pada 6-7 Mei 2026

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca buruk seperti hujan lebat dengan intensitas tinggi akan menerjang sebagian wilayah Indonesia pada 6-7 Mei 2026. Masyarakat dihimbau untuk tetap siaga dan berhati-hati saat sedang beraktivitas diluar rumah.

Berdasarkan laporan BMKG, cuaca buruk ini dipicu oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2. Faktor tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah barat Indonesia, serta sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Selain itu, faktor lokal seperti pemanasan permukaan di siang hari dan kelembapan udara yang tinggi turut mendukung terbentuknya hujan. BMKG juga mencatat monsun Australia mulai menguat, membawa udara lebih kering dan menandai peralihan menuju musim kemarau. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.

Pada masa peralihan musim ini, cuaca umumnya panas pada pagi hingga siang hari, lalu berpotensi hujan pada sore hingga malam hari. Hujan biasanya bersifat lokal, berdurasi singkat, namun dapat disertai kilat dan angin kencang. Selain itu, sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitarnya.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu perlu menjadi perhatian dalam merencanakan berbagai aktivitas, termasuk perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti olahraga dan wisata. Untuk itu, masyarakat diimbau rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG.

Menghadapi kondisi cuaca cerah yang disertai potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk menggunakan pelindung seperti tabir surya guna menghindari paparan langsung sinar matahari.

Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi, kelelahan, dan dampak kesehatan lainnya.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.


Artikel Terkait