Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

6 Vitamin Rambut Agar Terlihat Sehat dan Mudah Diatur

Mempunyai rambut tebal, kuat dan sehat menjadi sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk mencapai hasil yang optimal, rambut perlu mendapatkan perawatan ekstra agar memiliki rambut yang diinginkan dan mudah diatur.

Dikutip dari insertlive asupan nutrisi dari dalam tubuh juga memegang peranan penting dalam menjaga kekuatan akar hingga kilau alami rambut. Jika tubuh kekurangan vitamin dan mineral tertentu, rambut bisa menjadi rapuh, mudah rontok, bahkan pertumbuhannya melambat.

Karena itu, penting untuk mengetahui vitamin apa saja yang dibutuhkan agar rambut tetap tebal dan tidak mudah patah. Lalu, vitamin dan mineral apa saja yang berperan besar dalam menjaga kesehatan rambut?

Berikut ini ada 6 vitamin yang mendukung kesehatan rambut anda menjadi lebih tebal, kuat, dan mudah diatur:

1. Zat Besi

Zat besi menjadi salah satu mineral utama untuk menjaga ketebalan rambut. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan penurunan kadar sel darah merah, padahal sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke kulit kepala. Jika suplai oksigen berkurang, pertumbuhan rambut pun bisa terganggu.

Sumber zat besi bisa diperoleh dari bayam, brokoli, kacang polong, kedelai, hingga daging sapi. Pada kondisi tertentu seperti anemia, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zat besi untuk membantu mengembalikan kadar normal sekaligus mendukung pertumbuhan rambut.

2. Vitamin A

Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan sel, termasuk sel rambut. Vitamin ini membantu merangsang produksi sebum alami di kulit kepala yang menjaga kelembapan serta mencegah rambut menjadi kering dan mudah patah.

Asupan vitamin A sendiri harian bisa diperoleh dari wortel, ubi rambat, bayam, dan pepaya. Namun, konsumsi berlebihan terutama dari suplemen justru dapat memicu kerontokan. Karena itu, sumber alami dari makanan tetap menjadi pilihan aman.

3. Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks memiliki peran besar dalam kesehatan rambut. Mengutip Skin Appendage Disorders, ada beberapa jenis yang penting antara lain vitamin B2, biotin atau vitamin B7, asam folat atau vitamin B9, dan vitamin B12. Kekurangan vitamin B sendiri dapat berkontribusi pada kerontokan rambut.

Vitamin B kompleks bisa ditemukan dalam kacang-kacangan, sayuran hijau, pisang, jeruk, susu, telur, alpukat, dan ikan. Mengonsumsi makanan beragam membantu menjaga keseimbangan vitamin B dalam tubuh.

4. Vitamin C

Vitamin C terkenal sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Pada rambut, radikal bebas dapat merusak folikel dan memicu kerontokan. Dengan asupan vitamin C yang cukup, perlindungan terhadap kerusakan ini bisa lebih optimal.

Sumber vitamin C mudah ditemukan pada jeruk, paprika, tomat, kol, dan cabai. Meski belum ada bukti kuat yang mengaitkan langsung kekurangan vitamin C dengan kebotakan, asupan yang cukup tetap penting untuk kesehatan rambut secara menyeluruh.

5. Vitamin D

Vitamin D berperan dalam pembentukan sel kulit baru pada folikel rambut. Beberapa studi dari Archives of Dermatological Research menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah sering ditemukan pada individu dengan masalah kerontokan rambut.

Vitamin D bisa diperoleh dari ikan berlemak, daging merah, kuning telur, dan jamur. Paparan sinar matahari pagi dalam durasi singkat juga membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Konsumsi suplemen juga sebaiknya dilakukan dengan pengawasan medis karena kelebihan vitamin D dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan tulang dan ginjal.

6. Zink

Zink merupakan mineral yang membantu menjaga siklus pertumbuhan rambut agar tetap normal. Mineral ini berperan dalam memperbaiki jaringan dan mendukung fungsi kelenjar minyak di sekitar folikel rambut.

Makanan yang kaya zink meliputi makanan laut, daging tanpa lemak, telur, dan kedelai. Seperti vitamin lainnya, suplemen zink sebaiknya dikonsumsi hanya jika terdapat indikasi kekurangan dan berdasarkan saran dokter.

 

Itulah enam vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan rambut agar tetap kuat, tebal, dan tidak mudah rontok. Jika kerontokan terasa berlebihan atau berlangsung lama, tidak ada salahnya jika Insertizen melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan kekurangan zat tertentu.

 

Artikel Terkait