Kartini Media
Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Tekankan Pengawasan Ketat dan Integritas dalam Program Makan Bergizi Gratis

Manokwari, Papua Barat (11/5) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi disosialisasikan sebagai inisiatif prioritas pemerintah untuk membangun generasi unggul di Indonesia. Acara sosialisasi ini dilaksanakan di Molas Cafe, Reremi Puncak, Manokwari pada Sabtu, (9/5).

Sosialisasi program strategis nasional tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Obet A Rumbruren, bersama Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Manokwari, Dianto Pongtengko, S.H., serta ratusan peserta undangan yang sudah menantikan sejak lama program MBG.

Pada kesempatannya, Obet A Rumbruren menyatakan dukungan penuh terhadap program ini namun memberikan catatan kritis terkait implementasi di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kejujuran para pengelola.

"Program ini perlu didukung penuh, namun dengan catatan pengawasan yang sangat ketat karena adanya temuan ketidakamanahan di lapangan," tegas Obet A Rumbruren.

"Banyak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lebih mementingkan keuntungan pribadi atau yayasan. Diperlukan pengelola yang memiliki jiwa sosial, bukan sekadar mencari profit.” tambahnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga standar keamanan pangan untuk menghindari kasus keracunan makanan.

"Komposisi gizi harus rutin diperiksa agar kualitas makanan tidak dikorbankan demi keuntungan. Bahan baku harus disimpan pada suhu yang tepat dan tidak boleh disimpan terlalu lama.” tukasnya.

Peran DPR RI dan Asta Cita

Program MBG ini sejalan dengan misi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kesehatan, dan kesetaraan. Dalam hal ini, DPR RI menjalankan peran vital dalam menyetujui anggaran negara, memberikan rekomendasi, serta melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Sebagai penutup, program ini diharapkan menjadi instrumen efektif dalam memutus rantai masalah gizi di Indonesia dan menciptakan pemerataan akses makanan layak bagi anak-anak di daerah yang belum terjangkau.

 

 

Artikel Terkait