Program MBG di Kabupaten Langkat, DPR RI Tekankan Pentingnya Gizi untuk Generasi Masa Depan
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni dengan melakuka
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi peringatan dini hujan di Indonesia pada Selasa (19/5) dan Rabu (20/5). Diperkirakan, sejumlah wilayah masih dilanda hujan lebat di tengah dinamika masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.
Hujan lebat tersebut diprediksikan akan terjadi pada sore hari. Sementara pada siang hari, tutupan awan justru berkurang sehingga cuaca cenderung lebih panas, khususnya di beberapa wilayah.
"Pemanasan yang kuat ini tidak selalu identik dengan kondisi kering, karena pada wilayah dengan kelembapan udara yang cukup tinggi, proses tersebut dapat memperkuat aktivitas konvektif dan memicu pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari," jelas BMKG.
BMKG mencatat, curah hujan harian masih cukup signifikan di sejumlah wilayah. Sebagai contoh, curah hujan di Sulawesi Barat sebesar 139,0 mm/hari, Sulawesi Tenggara 81,4 mm/hari, dan Papua Barat 80,0 mm/hari. Lantas, wilayah mana saja yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang?
Menurut analisis BMKG, hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia masih terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini disebabkan karena aktivitas gangguan atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang memengaruhi sebagian wilayah Indonesia secara bersamaan.
Faktor berikutnya yang mendukung kondisi tersebut adalah adanya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah, yang dapat meningkatkan pembentukan awan konvektif dan memperbesar peluang hujan signifikan. Di sisi lain, Monsun Australia diprakirakan sedikit melemah seiring meningkatnya aktivitas MJO.
"Kondisi ini membuka peluang masuknya massa udara yang lebih lembab sehingga kandungan upa air di sebagian wilayah Indonesia meningkat," tulis BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.
BMKG turut memperingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini dapat berubah sewaktu-waktu sehingga masyarakat diimbau untuk memantau informasi perkiraan cuaca secara berkala melalui kanal berikut ini: Www.bmkg.go.id Aplikasi InfoBMKG Media sosial @infobmkg.